Risalah ringkas ini membahas beberapa aspek perkembangan usaha percetakan dan penerbitan pada masa VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) di Hindia Timur - sebutan untuk Indonesia pada Sepanjang sejarah percetakan dan penerbitan di Indonesia, tercatat tiga buah percetakan yang memakai huruf Arab-Melayu (Jawi), yaitu pertama Percetakan Bouvernemant di Batavia (Jakarta), kedua percetakan huruf pegon di Surakarta (Solo) pada abad ke-19 dan percetakan Al Yunusiah di Padang Panjang pada tahun 1920-an. Baca juga: Mengenal Proses Percetakan Surat Suara Pemilu di PT Gramedia, Ada Penanganan Khusus dan Penjagaan Ketat. Menurut Bambang, proses percetakan surat suara kali ini tidak seketat lima tahun sebelumnya. Sebab, pihaknya hanya perlu menunggu persetujuan panduan Digital Color Proofing (DCP) untuk bisa melanjutkan cetak massal. Organisasi desain grafis pertama di Indonesia terbentuk pada tanggal 25 April 1980 dan diresmikan pada tanggal 24 September 1980 dengan nama Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI) bersamaan dengan diselenggarakannya sebuah pameran besar bertajuk "Grafis '80" di Jakarta yang berlangsung hingga tanggal 30 September 1980 di Wisma Seni Perjalanan Percetakan di Indonesia 1667: Pemerintah sentra berinisiatif mendirikan percetakan dan mengorder alat cetak yang lebih bagus, termasuk matriks 1677: Dokumen dengan kosa kata Belanda-Melayu pertama kali dicetak. 1693: Dokumen New Testament dicetak dalam bahasa Portugis. 1699: Pendeta LombokPost--Epson telah berkarya selama lebih dari dua puluh tahun di Indonesia.Selama itu, perusahaan ini telah memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perkembangan perangkat teknologi percetakan di Indonesia, utamanya dalam memproduksi produk printer, scanner, proyektor dan tinta.. Di saat yang bersamaan, perusahaan ini juga turut membangun negeri, tidak hanya dari kemajuan teknologi .

sejarah percetakan di indonesia